Friday, February 26, 2010

A wake up call for zali The Great

Dear Friends,

I want to share something which has open my eye on time management and how we have waste the precious time in our life doing nothing to Allah.

Please read and do pass it to all your friends. 

FROM SOMEONE

Since last night my young son has been unwell. When I got back from work
this evening I decided to take him to the hospital despite my exhaustion.
There were many waiting; perhaps we will be delayed by more than an hour. I
took my number and sat down in the waiting room.

There were many faces, young and old, but all silent. Some brothers made use
of the many booklets available in the waiting room. Some of those waiting
had their eyes closed, while others were looking around. Most were bored.
Once in a while the long silence was broken by a nurse calling out a number.
Happiness appears on the one whose turn it is, and he gets up quickly; then
silence returns.

A young man grabbed my attention. He was reading a pocket-sized Qur`an
continuously; not raising his head even once. At first I did not think much!
about him. However, after one hour of waiting my casual glances turned into
a deep reflection about his lifestyle and how he utilizes his time. One hour
of life wasted! Instead of making benefit of that hour, it was just a boring
wait.

Then the call for prayer was made. We went to prayer in the hospital's
mosque. I tried to pray close to the man who was reading the Qur`an earlier
in the waiting room. After the prayer I walked with him. I informed him of
how impressed I was of him and how he tries to benefit from his time. 
He told me that most of our time is wasted without any benefit. These are days
that go from our lives without being conscious of them or regretting their
waste. He said that he started carrying the pocket-sized Qur`an around when
a friend encouraged him to make full use of his time.
He told me that in the time other people waste he gets to read much more of the Qur`an than he gets to read either at home or in the mosque. 
Moreover, besides the reward of reading the Qur`an, this habit saves him from boredom and stress. He added that he has now been waiting for one and a half hours. Then he asked, when will you find one and a half hours to read the Qur`an? 
I reflected; how much time do we waste? How many moments of our lives pass by, and yet we do not account for how they passed by? Indeed, how many months pass by and we do not read the Qur`an? I came to respect my companion, and I discovered that I am to stand for account and that time is not in my hand; 
So what am I waiting for? My thoughts were interrupted by the nurse calling
out my number; I went to the doctor. But I want to achieve something now.

After I left the hospital I quickly went to the bookshop and bought a
pocket-sized Qur`an. I decided to be mindful of how I spend the time.

If this information is beneficial to you, then please do forward it to your
friends and relatives. Our Prophet (sallallaahu 'alaihi wa sallam)
said;"Whoever guides or directs to good, then he gets the same amount of
blessing (reward) as the one who does it" The Prophet (sallallaahu 'alaihi
wasallam) also said "Pass on knowledge from me even if it is only one verse"

May Allah bless us.

Tuesday, February 23, 2010

Zali The Great Terkesima

Aku rasa terkedu kejap bila baca email dari adik aku ni. Sangat menginsafkan. Aku perlu siapkan diri agar tidak terkeluar dari landasan yang telah Allah tetapkan. Sama-samalah kita saling ingat mengingatkan. Insyallah.

PESANAN

Imam Ghazali: Apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?

Murid 1: Orang tua

Murid 2: Guru

Murid 3: Teman

Murid 4: Kaum kerabat

Imam Ghazali: Semua jawapan itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita
ialah MATI. Sebab itu janji Allah bahawa setiap yang bernyawa pasti akan
mati ( Surah Ali-Imran :185).



Imam Ghazali: Apa yang paling jauh dari kita di dunia ini ?

Murid 1: Negeri Cina

Murid 2: Bulan

Murid 3: Matahari

Murid 4: Bintang-bintang

Imam Ghazali: Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling benar adalah MASA
LALU. Bagaimanapun kita, apapun kenderaan kita, tetap kita tidak akan dapat
kembali ke masa yang lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini, hari
esok dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan
ajaran Agama.



Imam Ghazali: Apa yang paling besar didunia ini ?

Murid 1: Gunung

Murid 2: Matahari

Murid 3: Bumi

Imam Ghazali: Semua jawaban itu benar, tapi yang besar sekali adalah HAWA
NAFSU (Surah Al Araf: 179). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita,
jangan sampai nafsu kita membawa ke neraka.



IMAM GHAZALI Apa yang paling berat didunia?

Murid 1: Baja

Murid 2: Besi

Murid 3: Gajah

Imam Ghazali: Semua itu benar, tapi yang paling be! rat adalah MEMEGANG
AMANAH (Surah Al-Azab : 72 ). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan

malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka menjadi khalifah
pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya berebut-rebut
menyanggupi permintaan Allah SWT sehingga banyak manusia masuk ke neraka
kerana gagal memegang amanah.




Imam Ghazali: Apa yang paling ringan di dunia ini ?

Murid 1: Kapas

Murid 2: Angin

Murid 3: Debu

Murid 4: Daun-daun

Imam Ghazali: Semua jawaban kamu itu benar, tapi yang paling ringan sekali
didunia ini adalah MENINGGALKAN SOLAT. Gara-gara pekerjaan kita atau urusan
dunia, kita tinggalkan solat



Imam Ghazali: Apa yang paling tajam sekali di dunia ini?

Murid- Murid dengan serentak menjawab : Pedang

Imam Ghazali: Itu benar, tapi yang paling tajam sekali didunia ! ini adalah
LIDAH MANUSIA. Kerana melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati
dan melukai perasaan saudaranya sendiri

Zali The Great Kena Kencing!!!!!

Pagi kelmarin aku datang ke opis dengan semangat berkobar-kobar nak settlekan keje.

Tup Tup aku kena panggil dengan Big Boss mintak aku update files bawah kendalian aku. Selamba je la aku pegi dengan salah seorang Exec aku. Alahhh kacang je. Aku tau semua perjalanan keje aku...apa ada hal...

"Salam Boss" aku tegur boss aku yang sedang duduk dengan selesanya di atas kerusi kulitnya sambil mengadap laptop...bz la tuh....

"Hah, masuk. Duduk. Saya nak settlekan keje sket." Kata Big Boss sambil menghirup kopi panasnya...sedap la plak aku tgk...cis cis cis aku punya takde plak tuh...


"Apa status files?" Big Boss aku memulakan bicara selepas 15 minit aku menunggu dia menyiapkan keje dia. Memang buang karan aku la dia ni. 


Aku pun explain lebih kurang dan dia nampak puas hati sambil memberikan arahan-arahan lanjut...huh!!!! Makin banyak la plak keje aku....cis cis cis...


Then Big Boss aku bukak citer, "Ko tau aritu meeting dengan The Somebody Customer dia cakap ko ada suruh dia buat ABC (tak ble nak bagitau sbb sensitive sangat)." Aku terperanjat!!! Bukan kecik2 aku terperanjat. Memang masa tu aku rasa darah aku dah tahap mengelegak lebih 4000 darjah celcius. 


"Mana ada saya suruh! Saya bercakap dengan The Somebody Customer tu pun idak. Orang lain yang handle file tu pasal apa plak nama saya yang disebut?" Aku terus zazzzzzz tak hengat! "Ko rilek Pah, saya cuma nak tau ya atau tidak. Saya pun terperanjat gak masa dia sebut nama ko tuh. Beria-ria betul dia menyebut ko yang suruh dia buat ABC tu " Big Boss aku ala-ala memujuk la konon...


Huh!!!! Memang aku terus rasa cam nak penampor je minah tuh. Buat fitnah kat aku ye!!!! Siaplah ko aku kerjakan sok....ko tunggula...


Aku tak puas hati. Aku call minah tenggek tu. Aku tanya dia direct "Kenapa U sebut saya yang suh u wat ABC tu? Depan CEO plak tu."


Mengelabah jap minah tuh. Dia pun terbelit2 cakap "Ehhh takdelah. Saya cuma sebut nama u pasal menda lain. Bukan pasal ABC tuh" fuhhhh giler ularrrrrr.


Aku memang pantang dengan orang yg suka mengular ni. Apa yang sangat membengangkan aku ialah statement minah tua tak sedar diri tu mempunyai impact yang besar ke atas perjalanan karier aku. Ada dia pikir ke???? Dahlah sekarang ni awal tahun, company tengah wat promotion untuk staff.


Dengan statement dia depan CEO aku plak tuh....mmmmm...aku memang hangin bangat la sepanjang hari kelmarin....


Ya Allah Ya Tuhanku, hanya Engkaulah Penolong aku....Tunjukkanlah kebenarannya...Amin.

Monday, February 22, 2010

Zali The Great Tetiba Rasa Berdosa

Ari ni dapat email dari Kakak Ipar pasal kematian...huh!!!! Tetiba je rasa seram. Alamak!!!! Bersediakah aku. Buatnya aku mati balik keje karang camana? adoiyaiiiiiiiii
So just nak share ajelah dengan uolls...

Kematian dan Peringatan Untuk Kita Semua

Membicarakan perihal kematian akan membuatkan kita terdiam sejenak, kelu dan hilang kata-kata sewaktu rancak berbicara.

Sesiapa sahaja yang sedang asyik ketawa dan berbicara tentang perihal dunia maka pastinya akan terdiam atau sekurangnya merasa kurang enak apabila kita berbicara tentang kematian.

Kematian


"(Dialah) yang menjadikan mati dan hidup, agar Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun". (Al-Mulk: 2).


Cubalah berbicara tentang meninggal dunia, mengingati orang-orang sekeliling kita yang telah pergi mengadap Allah, jasad yang kaku, hilang segala-galanya hubungan dengan kehidupan.

Fikirkan pula tentang kubur, ruangan yang kecil, perlahan-lahan jasad diturunkan ke dalam lubang lalu ditimbus.

Gelap gelita, sempit sehingga sesak nafas, apa masih bernafaskah ? Ruangan yang gelap dan kehidupan yang tidak pasti apa akan berlaku seterusnya di hadapan. Kehidupan lalu di dunia semuanya terputus dan hilang tanpa ada upaya kembali walau sesaat untuk menguruskan apa yang belum sempat.

Tiada masa dan tidak akan ada peluang untuk membetulkan kembali kesalahan lalu, apakah masih berpeluang merangkak keluar dari kubur dengan jasad yang sudah tiada nyawa, tiada darah mengalir, badan yang sejuk kaku dan lama-lama membusuk ?

Masih berpeluangkah merangkak keluar dan kembali ke dunia dan kembali ke sisi keluarga untuk mengucup pipi ibu dan ayah bagi melepas rindu ? atau memeluk isteri barang sekali dua melepas rasa dendam kasih atau mencium anak-anak dan mengusap wajah dan kepala mereka sekejap cuma ?

Punyai waktu lagikah untuk menguruskan beberapa kerja yang tertangguh yang belum sempat disiapkan disebabkan datangnya malaikat mencabut nyawa dengan begitu cepat tanpa sempat membuat persediaan dan tanpa pemberitahuan ?

"Tiap-tiap umat memiliki ajal (batas waktu); maka apabila telah datang waktunya, mereka tidak akan dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat pula mempercepatkannya" . (al-A'raaf: 34).


Kematian datang secara tiba-tiba dan tiada sesiapa dari kalangan manusia yang tidak terkejut dengan mati kecuali orang yang benar-benar beriman dan berjuang di jalan Allah yang mengharapkan kematian kerana Allah swt.

Kematian boleh berlaku dengan kemalangan, kecederaan atau sakit atau kadang-kadang tergempar dan tiba-tiba begitu sahaja. Maka hendaklah difahami bahawa tujuan hidup ini ialah beribadah dan melaksanakan satu misi khusus iaitu menjadi hamba dan beribadah kepada Allah swt sehingga mendapat redha-Nya dan memenuhi tanggungjawab kepada-Nya.

"Apakah manusia mengira, bahwa dia akan dibiarkan sia-sia?" (al-Qiyamah: 36)



Berkata Imam Syafi'i (ketika menafsirkan ayat ini): "Makna sia-sia adalah tanpa ada perintah, tanpa ada larangan." (Tafsirul Quranul Karim, Ibnu Katsir, jilid 4, cet. Maktabah Darus Salam, 1413 H hal. 478) .

Ayat ini sudah dijawab oleh Allah swt dengan ayat yang lain apabila Allah menyebut : "Dan tidaklah aku ciptakan jin dan manusia, kecuali untuk beribadah kepada-Ku." (adz-Dzariyat: 56).

Penciptaan manusia ini sememangnya untuk beribadah dan menjalankan kewajipan kepada Allah swt tanpa mempedulikan apa pandangan manusia dan penghinaan yang diterima.

Seseorang yang akan mati maka tetap akan mati tetapi hendaklah berusaha mencapai kematian yang baik. Bagaimanakah kematian yang baik ? Apakah mati di atas tilam dalam pelukan isteri ? Mati di Mekah di dalam Ka'bah atau mati di dalam Masjid ? atau Mati di dalam loji najis atau mati di dalam Kereta kerana kemalangan atau di atas katil kerana sakit atau di atas jalan kerana ditembak oleh musuh Allah ??

Kematian yang baik ialah apa yang disebutkan oleh Allah swt di dalam kitab-Nya : "Hai orang-orang yang beriman bertaqwalah kalian kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa kepada-Nya dan janganlah kalian mati melainkan kalian mati dalam keadaan Islam". (Ali Imran: 102).

Selama kematian itu dalam Islam dan kerana Islam maka tidakah mengapa keadaan mati itu kerana bukan cara mati itu baik digantung, ditembak, dibunuh, kemalangan itu yang menjadi perkiraan sebaliknya keadaan diri dan iman dan agama kita sewaktu mati itu yang menjadi nilaian Allah swt.

Oleh : Ustaz Emran
Related Posts with Thumbnails